Aksara Lampung


Aksara Lampung, kali ini saya mencoba untuk menampilkan dalam blog ini posting tentang aksara lampung . seperti yang saudara ketahui,sebagai contoh di daerah jawa terkenal akan Aksara Jawa, nah,,, di daerah Lampung Juga ada aksara Lampung.berikut adalah huruf induk aksara lampung tersebut.

Mengutip dari sebuah kata pengantar Dr.Eng.Admi Syarif, penyusun kamus Bahasa Lampung, bahwa era globalisasi yang begitu pesat ini dirasakn sangat berpengaruh pada perubahan sosial budaya dan bahasa di masyarakat.dari hasil pengamatan yang dilakukan beliau, secara umum perubahan terkait budaya dan adapt suku lampung yang sudah tampak nyata adalah:

  1. terjadinya proses amalgamasi,
  2. pelaksanaan tata cara pernikahan menjadi telah mengarah pada pelaksanaan symbol semata.
  3. implementasi identitas suku lampung dalam kehidupan sehari-hari semakin menurun.
  4. pemahaman generasi muda terhadap aspek dan tata cara mengenai budaya ,makanan dan seni lampung relatif rendah.
  5. pemahaman dan kemampuan masyarakat terhadap bahasa lampung sangatlah rendah.

Bahasa daerah merupakan potensi lokal yang turut terpengaruh oleh arus modernisasi . sebagai satu dari 289 buah bahasa daerah yang masih hidup di Indonesia , bahasa lampung rasanya termasuk bahasanya yang dicemaskan kematiannya.setidaknya nada minor terhadap kemerosotan penggunaan bahasa ini terus didendangkan dari waktu ke waktu.


 
Selain huruf induk berikut anak huruf dari aksara lampung


  Anak huruf dari Aksara Lampung menurut penempatannya terbagi menjadi 3 yaitu: 
1.      anak huruf diatas , 
2.      anak huruf di bawah
3.      dan anak huruf di samping,
Contoh pada gambar di samping 
 Gambar dikutip dari Abdullah, dkk.wawasan bahasa dan aksara lampung.Buana Cipta.Bandar Lampung 2007.
Temen-temen mungkin sebatas ini kemampuan saya untuk menjelaskan kutipan tentang aksara lampung.mungkin ini hanya sebuah karya yang sederhana namun hanya sebatas ini lah karya yang bisa saya persembahkan kepada dearah saya yang tercinta ini .
Mengutip sebuah pribahasa lampung “ kekalau ulok jadi gattau , tulung jadi batang arei “ yang bermakna semoga karya kami yang kecil ini akan menghasilkan sesuatu yang besar kelak dikemudian hari .
dan “kik mak kham sapa lagi kik mak ganta kapan lagi “ yang berarti kalau tidak kita siapa lagi , kalau tidak sekarang kapan lagi.